Site Informasi Biografi Muhammad Bin Abdul Wahhab Ialah Website Ahlussunnah Wal Jamaah

image

Internet adalah alat yang memiliki cakupan yang sangat luas, yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Setiap orang di seluruh dunia yang memiliki akses internet dapat menikmati dakwah yang disajikan lewat Website Pengguna internet di tanah air semakin meningkat dan menjamur, lebih tinggal deretan gadget yang berakhir menjadi keperluan di masa digital ini. Lebih menambah intensitas orang membuka internet, terutma Gnerasi Millenial.

Kenapa Pecihitam.org hadir di Jurusan Virtual Karena Sebanyak para muslimin muallaf (baru masuk islam) yang mencari ilmu tentang islam melalui internet, target yang kami canangkan yaitu memposting artikel-artikel dasar tentang ramalan islam sebagai lengkap sehingga kaum muallaf atau muslim yang berkarakter mencari keutamaan dalam agama bisa menemukannya di dalam website ini. Tersebarnya berbagai Ideologi Transnasional yang dengan mudah melabeli suku Muslim yang lain jika Musyrik, Ahli Bid’ah, Thogut, dan Kafir yang terus dipropagandakan di internet, sehingga memasang para muslimin yang tengah kasar menjadi Kebingungan bahkan tidak singkat yang hasilnya saling berudu di kalangan akibat imbauan yang dibangun. Pecihitam.org hadir untuk melempangkan propaganda-propaganda tersimpul minimnya konten-konten Islam Moderat Ahlusunnah wal Jamaah di Internet yang mengajukan Pencerahan-pencerahan Agama Islam yang Santun, Damai, Sejuk, Tidak Asing dan Rahmatan lil Alamin. Karena itulah abdi terpanggil ikut serta menjadi konstituen dalam dakwah lewat internet, untuk mencatat untuk kaum muslimin tentang hakikat Islam yang sesuai dengan Makna Salafunashsholih yang sesungguhnya.

Slogan yang aku angkat andaikata elemen dr Visi Perjuangan di Internet ini merupakan “Suara Islam Ahlussunnah wal Jamaah” mengklarifikasikan dia bahwa Pecihitam.org ialah Fasilitas Ahlussunnah wal Jamaah yang yakni Akidah yang dianut oleh Mayoritas Pengikut Islam di Indonesia dan di Dunia Alhamdulillah sejak Akhir Tahun 2016, Pecihitam.org hadir untuk mengcounter berbagai Tuduhan dan Fitnah atas Rutinitas dan Amaliyah umat islam yang dianggap kalau akhlak Bid’ah yang Terganggu (ingatan) kemusyrikan, kekufuran dan bahkan Jam’iyyah NU yang merupkana wadah Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia sering dituding misalnya Populasi Liberal dan Syiah. Untuk itu, bagi anda yang ingin ikut menyita peran dalam Harakah ini, anda bisa ikut memberitakan informasi yang ana muat dalam Tempat ini dengan menyebarkannya seluas mungkin lewat kanal-kanal Social Fasilitas yang anda miliki atau anda bisa mensupport Dakwah ini dengan ikut berdonasi. Untuk Berdonasi, anda bisa klik di sini.

Tidak cuma itu, jika anda punya isi keilmuan Agama borong bahagia dengan Bidang Literasi, anda bisa ikut berjerih payah bersama saya dengan membingkis Skrip Catatan anda ke Redaksi lewat email portalpecihitam@gmail.com dan Sosial Alat untuk sekarang ini menjadi keperluan yang bisa kita kategorikan bila keperluan Fundamental Adapun bersikap bijak dibutuhkan dalam menetapkan sosmed. Lantas bagaimana cara bersikap bijak bagi sosial fasilitas di Era Milenial seperti sekarang? Kedatangan fasilitas sosial kian menggampangkan Masih Dalam hitungan detik kita bubar bisa berinteraksi dan berkirim wanti-wanti melalui Surat suara, gambar, bahkan video ke orang di bagian jurusan lain. Luas bumi yang meraih lebih dari setengah miliar km persegi seolah mengkerut. Informasi beredar selaku instan, kehidupan bersahabat banyak tergelincir ke bidang Maya dan seluruh orang bahkan rela memberhentikan kaum waktunya untuk berselancar di internet atau fasilitas Bersahabat Islam bukan agama yang anti Mutasi Namun Begitu ia punya prinsip-prinsip yang tak boleh dilanggar. Kita seyogianya memosisikan fasilitas bersahabat tak lebih dari seperlunya alat, bukan Ujud Tentang bersikap bijak terhadap bersahabat Media media bersahabat kalau wasîlah, bukan ghâyah. Mengapa Sebagaimana pisau yang berlaba bila digunakan menyembilu dan membebankan bila dimanfaatkan menodai orang lain, begitu pula alat Sosial Dalam dirinya tersimpul potensi positif tapi sekalian cara sholat dhuha yang benar negatif.

Semakin meningkatnya pengguna alat bersahabat dari hari ke hari tak menjamin semakin berkwalitas dari segi pemanfaatannya. Banyak kita jumpai media bersahabat menjadi ajang pamer (riya’) pemberian kebaikan—usaha mencari citra kesalehan di mata masyarakat. Dari sini kita selaku tak spontan menggeser maksud ibadah yang memang begitu untuk Allah menjadi untuk popularitas dan kebanggaan diri. Media sosial pun kerap menjadi gelanggang caci-maki antarkelompok yang berbeda agama, Peredaran pandangan politik, dan sejenisnya. Tak sinting sarana bersahabat disesaki debat kusir saling Melingsirkan ghibah (gosip), fitnah, wara-wara bohong, hingga kenaikan jumlah musuh-musuh baru. Hanya berbekal jari tangan dan pikiran keruh dalam sekejam kita tamat menjelmakan mudarat bagi pihak lain. Sedangkan dalam hadits shahih disebutkan bahwa di sela karakter satu orang Muslim yaitu mampu menjamin saudaranya dari malapetaka tangan dan lisannya.

Secara kasat mata, memang harta yang dikeluarkan untuk bersedekah bakal Meluncur Namun, bila kita bersuara hakikat, sebenarnya harta kita bakal Maju Sedekah tidak akan mengurangi harta sebentar pun. Sebab, Allah pasti bakal menggantinya dengan berlipat ganda. Namun adakah kepastian berkenaan Untuk siapa kita kudu Menyumbang Apakah sama dengan delapan golongan mustahiq dari zakat ataukah berbeda? Tentang terhadap siapa kita hendaklah Menderma kita bakal bersabda berkenaan siapa yang mempunyai hak menderita sedekah. Hal ini dibahas oleh Malim Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ Klarifikasi Al-Muhadzab yang menyuarakan bahwa sang kyai telah sepakat membantu demi sanak famili lebih utama sebelum menjumpai orang lain. Artinya: Malim sepakat bahwa sedekah perlu sanak famili, kerabat lebih utama daripada sedekah menjumpai orang lain. Hadis-hadis yang menuturkan hal terkandung sangat banyak dan terkenal.”

Ulasan di atas tidak bisa dibuat alasan bagi orang-orang pelit untuk menjaga kemalasannya menyumbang mendapatkan orang di luar rumah. Ada sebentar catatan menarik dari Mualim Nawawi yang memungut dari ashabus Syafi’i bahwa skala prioritas sama seperti urutan-urutan di atas sebenarnya tetap patut memeriksa tentang kemampuan keuangan penerima. Artinya keluarga yang masuk type mustahiq zakat lebih utama untuk didahulukan daripada orang lain.

Apakah Anda Hobi menulis? Atau anda Punya Passion di Bidang Jurnalistik? Apakah anda Punya Ghirah Semangat Mencalonkan Nilai-nilai Islam yang Ramah? Pecihitam.org merupakan salah satu Media santri yang lagi Maju mengudar ajal untuk siapa saja yang ingin menyampaikan Catatan anda di Letak ini. Angan-angan masa depan Islam di Indonesia lebih-lebih dialamatkan pada generasi marga yang lugu mengaji di pesantren-pesantren. Kenapa Begitu Sebab realitas keilmuan pesantren tidak diragukan masih bisa dipertanggungjawabkan. Santri yakni pelajar paling tangguh di seantero Rayon Sungguh tidak, mereka sedari bangun tidur hingga berangkat ke alam mimpi selalu lekat dengan kitab kuning. Sebelum azan pagi buta berkumandang, santri wajib bangun. Menanti azan, mereka wajib mendaras pelajaran hari-hari yang telah lewat. Ada yang mematangkan hafalannya, ada yang ala kadarnya merapal al-quran. Khatam salat Pagi buta mereka wajib masuk ruang pengajian.

Pagi hari sesudah sarapan, jika ada yang sekolah formal mereka mencari ilmu topik pelajaran silabus formal. Bagi golongan santri takhashshus, khusus mesantren, mereka masuk kembali ke madrasah; mengaji kitab kuning dengan jadwal berbeda dari waktu bakda Dinihari Walhasil pada umumnya pesantren memiliki jadwal yang ketat. Hampir dari lima waktu subuh hingga isya tidak ada waktu yang terlewat untuk mengaji. Pengajian dilakukan bakda salat berjama’ah. Sebab makna holistik ajengan pesantren atau ustaz atas Manusia bahwa jemaah itu disusun paling utama oleh badan, otak-akal, dan roh atau ruhani, maka pendidikan pesantren tidak melainkan menggarisbawahi pada kepintaran akal semata.

image

Untuk mematangkan kedewasaan Nyawa santri diwajibkan melangsungkan tahap-tahap tirakat atau puasa berikut dzikiran khusus titipan ulama-ulama klasik. Tidak cuma itu, ada jadwal khusus malam hari untuk bermujahadah (upaya menghabisi hawa Hasrat dengan menyebut dzikir hingga beberapa ratus bahkan ribuan kali. Pendidikan pesantren tidak kecuali berorientasi pada upaya pelestarian etika keilmuan Islam semata. Sejak dulu santri memiliki jiwa kewarganegaraan yang tinggi. Gejala sejarah yang masyhur bagaimana kaum santri memiliki nyawa kerakyatan ulet adalah gerakan Resolusi Jihad pra meletusnya Perang Surabaya 1945 pasca Kebebasan Resolusi Jihad itu melecut sukma memperkukuh otoritas kelompok yang baru seusia jagung. Orang-orang pesantren, segenap ustaz dan santri, urun turun ajang mencerai-beraikan tentara sekutu. Mereka menyumbang pikiran dan darah untuk kesatuan bangsa dan negara.

Berpuluh-puluh tahun kejujuran sejarah perjuangan kaum santri itu kurang berhasil tempat di mata masyarakat Indonesia Canggih Terkecuali karena minimnya adat menyebut sejarah generasi kiwari, pun sebab tidak ada upaya birokratif untuk mengutuskan nasihat perjuangan santri ke muka publik. Pungkasnya, melalui Nahdlatul Rohaniwan fragmen sejarah berpembawaan perjuangan beberapa santri itu tembus ke meja Istana Negara hingga resmi dengan nama Hari Santri Nasional, 22 Oktober. Alih-alih Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober menerbitkan santri era kiwari membusungkan dada sebab term santri menjadi hari besar nasional, HSN memiliki tubrukan luar biasa bagi sebanyak santri era now. Dengan diresmikannya HSN, semua santri masa kiwari menjadi santri tercerahkan. Bahwa santri tidak hanya menandu tanggungjawab keabadian Islam di Indonesia, ia pun punya tanggungjawab Kewarganegaraan Dengan adanya HSN, merah putih, lagu Kerakyatan dan lagu hubbul wathan ramai kembali menghiasi pesantren-pesantren. Perundingan kesejarahan perjuangan sebagian santri kembali masuk bilik-bilik pesantren. HSN punya dampak signifikan bagi tumbuh dan kembangnya sukma nasionalis dalam diri beberapa santri kiwari. HSN menggaungkan kembali ruh religius-nasionalis Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dalam bilik-bilik pesantren.